7 Macam DESktop ENVironment di Linux Paling Terkenal

7 Macam Desktop Environment di Linux Paling Terkenal dan paling banyak digunakan. Ada berbagai macam DE (Desktop Environtment) Linux. Tidak seperti Windows atau Mac yang tampilannya monoton hanya itu-itu saja. Definisi Dekstop Environment adalah tampilan antar muka grafis yang menghubungkan antara pengguna dengan sistem Linux, atau orang biasa menyebutnya dengan tampilan GUI.

Secara Default, Ubuntu sudah menyertakan Unity sebagai tampilan default, nah jika anda bosan dengan Unity maka anda dapat mengganti Unity dengan DE lain misalnya GNOME, Cinnamon, KDE dll.

Agar tidak bingung dengan banyaknya DE yang beredar untuk Linux, berikut beberapa jenis-jenis Desktop Environment terbaik dan terkenal atau populer di kalangan pengguna Linux dunia :

1. GNOME 3.x

GNOME versi 3.x adalah generasi penerus GNOME 2.x. Diawal kemunculannya DE ini sempat dikecam (bahkan oleh pembuat Linux sendiri Linus Torvalds) dikarenakan sulitnya kustomisasi. Namun seiring berjalannya waktu, GNOME Shell yang menjadi shell utama dari GNOME 3.x ini lambat laun mulai disukai banyak disukai karena tampilannya yang tergolong sederhana namun sangat baik untuk multitasking.

 1. GNOME 3.x Desktop Environment

Untuk kustomisasi sendiri bisa dilakukan dengan menambahkan extension yang bisa didownload di situs resminya. Penggunaan sumber daya sendiri bisa dibilang lumayan. Kira kira sama dengan unity (default Ubuntu). Jika ingin menginstall bisa dilakukan dengan perintah:
sudo apt-get install gnome-shell
 
adapun beberapa aplikasi yang terdapat pada GNOME Shell antara lain
File Manager : nautilus
Command Line : gnome-terminal
Teks Editor : gedit

2. KDE Plasma Desktop

KDE (Kool Desktop Environtment) adalah jenis DE yang terkenal dengan tampilannya yang sangat "wah". Namun sayangnya tampilan yang sangat bagus tersebut harus dibayar mahal dengan borosnya sumber daya yang digunakan terutama saat startup. Walaupun begitu saat sudah berjalan normal DE ini tidak terlalu boros sumber daya.

2. KDE Plasma Desktop Linux

Versi terbaru dari KDE Plasma Desktop adalah versi 5 yang rilis sekitar pertengahan 2014 lalu. Untuk versi terbaru ini banyak review mengatakan bahwa KDE versi ini sudah semakin ringan untuk digunkan sehari hari. Bersamaan dengan rilisnya KDE Plasma Desktop 5, terdapat tema baru yang bernama "Breeze". Untuk melakukan instalasi KDE Plasma Desktop dapat menggunakan perintah berikut:
sudo apt-get install kubuntu-desktop
 
adapun beberapa aplikasi yang terdapat pada KDE antara lain
File Manager : dolphin
Command Line : konsole
Text Editor : kate

3. XFCE

XFCE (XForms Cool Environment) adalah desktop environment Linux berlogo tikus yang terkenal dengan performanya yang cepat dan sangat irit sumber daya. Sejak kemunculan GNOME3 yang dikritisi, Xfce menjadi populer karena mempunyai banyak kesamaan dengan GNOME 2 terutama dalam hal kustomisasi karena XFCE memakai GTK2 yang sama dengan GNOME2 namun jauh lebih ringan sehingga cocok digunakan pada komputer tua.

3. XFCE Desktop Linux

Untuk menginstallnya bisa menggunakan perintah berikut:
sudo apt-get install xubuntu-desktop
 
aplikasi bawaan XFCE antara lain
File Manager : thunar
Command Line : xfce-terminal
Text Editor : leafpad

4. LXDE

LXDE (Lightweight X11 Desktop Environment) adalah DE yang sangat ringan sehingga cocok untuk komputer tua, netbook, ataupun komputer mini seperti raspberry pi. DE ini memiliki banyak kesamaan dengan openbox karena memang bisa dibilang LXDE adalah openbox yang diberi LX Panel.

4. LXDE Dsktop Linux

Untuk menginstall LXDE pada dapat menggunakan perintah berikut:
sudo apt-get install lubuntu-desktop
 
adapun beberapa aplikasi bawaan LXDE antara lain
File Manager : pcmanFM
Command Line : lxterminal
Text Editor : leafpad

5. Cinnamon

Cinnamon adalah desktop Linux yang khusus dikembangkan oleh developer Linux Mint dan diperuntukkan untuk Linux Mint Cinnamon. DE Cinnamon ini awalnya adalah sebuah paket Gnome Shell Extension yang bernama Mint Gnome Shell Extension (MGSE). Kemudian menjadi fork dari Gnome shell dengan Window Manager sendiri bernama Muffin (Gnome Shell menggunakan Mutter). Sejak versi 2.0 sudah lepas dari gnome shell dan sekarang menjadi DE sendiri tanpa library dari gnome shell.

5. Cinnamon Desktop Numix Theme

Untuk menginstall Cinnamon caranya eksekusi perintah berikut:
sudo add-apt-repository ppa:gwendal-lebihan-dev/cinnamon-nightly
sudo apt-get update && sudo apt-get install cinnamon
 
adapun beberapa aplikasi yang terdapat pada Cinnamon antara lain
File Manager : nemo
Command Line : gnome-terminal
Text Editor : gedit

Untuk menjalankan DE baru caranya log out kemudian klik pada icon logo Ubuntu disebelah username kemudian pilih DE yang akan dipakai lalu login.

6. MATE

Dikembangkan oleh sekelompok orang yang gagal move on dengan GNOME2. Dibangun dengan source code GNOME2 yang ditinggalkan oleh pengembang aslinya. Saat ini projek MATE masuk dalam salah satu proyek Linux Mint. Nama MATE sendiri berasal dari nama tumbuhan dari Amerika Selatan yang bernama Yerba mate dan teh yang terbuat dari dedaunan.

6. MATE Desktop Linux

Untuk menghindari konflik dengan GNOME ketika diinstall berdampingan, beberapa aplikasi bawaan GNOME diganti namanya seperti Nautilus yang menjadi Caja. Untuk menginstallnya cukup gunakan perintah berikut:
sudo apt-add-repository ppa:ubuntu-mate-dev/ppa
sudo apt-add-repository ppa:ubuntu-mate-dev/trusty-mate
sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade
sudo apt-get install ubuntu-mate-core ubuntu-mate-desktop
 
Adapun beberapa aplikasi yang terdapat pada Mate antara lain
File Manager : caja
Terminal emulator : mate-terminal
Text Editor : pluma

7. Unity

Unity adalah sebuah shell yang berjalan diatas Desktop Environment GNOME, yang dikembangkan oleh Canonical khusus untuk Ubuntu. Unity pada ubuntu 11.04 adalah sebuah plugin compiz sama dengan plugin compiz lainnya.

7. Unity Desktop Linux

Cuman bedanya dengan plugin compiz lainnya adalah unity membutuhkan kemampuan hardware yang lebih tinggi.

Artikel Terkait

7 Macam DESktop ENVironment di Linux Paling Terkenal
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email